SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
(DECISION SUPPORT SYSTEM)
Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkat DSS. DSS ni merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka.
I. Defenisi DSS
Definisi DSS terus-menerus mengalami pergeseran mulai dari persepsi mengenai hal apa saja yang dapat dilakukan oleh suatu DSS hingga ide mengenai bagaimana DSS dapat mencapai objektif yang diinginkan. Secara umum, Finlay mendefinisikan DSS sebagai system berbasis komputer untuk mendukung pengambilan keputusan.ada beberapa defenisi DSS menurut para ahli,yaitu sebagai berikut:
Menurut Mann dan Watson, Sistem Penunjang Keputusan adalah Sistem yang interaktif, membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur.
Menurut Maryam Alavi dan H.Albert Napier, Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu kumpulan prosedur pemprosesan data dan informasi yang berorientasi pada penggunaan model untuk menghasilkan berbagai jawaban yang dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan.
Menurut Litle, Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur atupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model.
Menurut Raymond McLeod, Sistem Penunjang Keputusan adalah sistem penghasil informasi spesifik yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer pada berbagai tingkatan.
Secara Umum, DSS adalah Sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi terstruktur.
Secara Khusus, DSS adalah Sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.
II. Klasifikasi DSS
Seperti juga dalam hal pendefinisiannya, tidak ada klasifikasi DSS yang berlaku universal. Menurut Turban seperti yang dikutip dari Holsapple dan Whinston, DSS dapat diklasifikasikan berdasarkan strukturnya (framework), sebagai berikut:
Text-oriented DSS: menggunakan pengelolaan, perolehan, dan manipulasi informasi tidak terstruktur dalam format dokumen elektronik untuk dukungan keputusan.
Database-oriented DSS: menggunakan pengorganisasian struktur basis data yang umumnya dengan konfigurasi relasional dengan kapabilitas query dan report generation untuk dukungan keputusan.
Spreadsheet-oriented DSS: merupakan system pemodelan yang menggunakan perhitungan kompleks, statistic, simulasi, atau model optimisasi untuk membantu pembuat keputusan menganalisa situasi.
Solver-oriented DSS: menggunakan struktur algoritma atau prosedur dengan suatu program komputer yang dapat dieksekusi untuk dukungan keputusan.
Rule-oriented DSS: menyediakan keahlian penyelesaian persoalan (system pakar) yang disimpan dalam bentuk fakta, aturan, prosedur, atau sruktur tertentu.
Compund-oriented DSS: DSS hibrida yang mengkombinasi dua atau lebih dari lima klasifikasi DSS yang telah diuraikan
III. Komponen DSS
Komponen – komponen DSS :
Terdapat beberapa komponen DSS diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Data Management System
2. Model Management System
3. Knowledge Engine
4. User Interface
5. DSS User
DATA MANAGEMENT SYSTEM
Terdiri dari beberapa subsistem diataranya:
1. Database
2. Database Management System
3. Data Repository
4. Data Query Faility
Database
Data merupakan merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang harus di manage, diproses, disimpan dan disebarkan secara kontinyu. Hierarki database:
1. Database
2. File
3. Record
4. Elemen-elemen data (Field)
Contoh:
File Gaji terdiri dari beberapa record (dlm 1 baris). Tiap record terdiri dari beberapa field diantaranya : Employee ID, Last Name, First Name, Date Of Birth, Pay Grade.
Records
Employee ID Last name First Name D.O.B Pay Grade
11111 Heath Jane 4/14/53 G7
12349 Jones Bud 04/28/57 G9
Sumber data or Data Source bisa berasal dari :
1. Internal Organisasi
2. External berisi data market share, informasi pekerjaan untuk daerah tertentu.
Data Management System (DBMS)
DBMS memiliki 2 tanggung jawab:
1. Koordinasi dgn semua tugas yang ada berhubungan dgn penyimpanan dan akses informasi dalam database dan menyebarkan informasi pada komunitas user DSS. Tanggung jawab ini meliputi :
- Updating (edit, add, delete, change)
- Data Record
- Integrasi data dari berbagai sumber.
- Keamanan data berupa kontrol akses kepada yang tidak berwenang, penyelamatan thd error database, akuisisi data, dll.
2. Pemeliharaan data. Tanggung jawab ini meliputi:
- Membentuk data dalam database file. Data yang sama harus ditampilkan dalam 1 form seperti dalam grafik atau tabel.
- Memanage data dari berbagai sumber sehingga dapat digunakan dalam single database.
DBMS dimanage oleh database administrator
MODEL MANAGEMENT SYSTEM
Model merupakan representasi sistem. Model dpt dikatakan sebagai simplifikasi dari beberapa event atau proses yang dibentuk untuk tujuan tertentu. Model merupakan sumber informasi yang efektiv untuk proses decision. Model dapat berisi statistik, financial, matematika, dan model-model quantitatif lainnya. Untuk memanage tool-tool analitical yang banyak, DSS menggunakan Model Base Management System (MBMS).
Fungsi MBMS:
1. Bahasa Permodelan
- Membuat model-model keputusan
- Menyediakan mekanisme kaitan antar model.
- Memodifikasi model.
2. Model library
- Menyimpan dan memanage semua model dan menyelesaikan algoritma untuk kemudahan akses.
- Menyediakan skema/modul organisasi dan katalog.
3. Memanipulasi model
- Menyediakan fungsi-fungsi yang sama untuk DBMS spt : run, store, query, delete, link, dsb.
KNOWLEDGE ENGINE
Knowledge Engine merupakan otak dari system tempat bersatunya data dan model.
Dapat dikelompokkan dalam 2 besar yaitu :
1. Fakta : kenyataan pada waktu tertentu
2. Hypotesa : fakta or hubungan yang dipercaya antar fakta.
USER INTERFACE
Sebagaimana dalam sistem informasi berbasis komputer, design dan implementasi dari user interface adalah elemen kunci dalam fungsi DSS. Dengan interface memungkinkan user untuk mengakses komponen-komponen internal sistem.
Interface component : bertanggung jawab untuk semua interaksi dan komunikasi dengan user. Interface mewakili :
1. Software : menu dan bahasa
2. Hardware (fasilitas input) : keyboard, mouse, scanner, joystick, digital stylus, voice recognition.
Fungsi DSS interface
1. Bahasa Komunikasi
- Memungkinkan interaksi dengan DSS
- Komunikasi antar user DSS
- Dapat manangkap dan menganalisa dialog-dialog sebelumnya, shg interaksi berikutnya dapat dikembangkan.
2. Bahasa Presentasi
- Dapat menampilkan data dalam format tertentu.
- Bisa dibentuk dalam form, table atau grafik data output.
DSS USER
User skill, motivasi, pngetahuan menentukan suksesnya DSS. DSS user dapat diklasifikasikan dalam 4 pola:
1. Terminal Mode.
Decision maker berinteraksi langsung dengan DSS.
User menentukan dan menyediakan input, memanipulasi model, serta menerima dan menginterpretasikan output secara langsung.
2. Clerk Mode
Decision maker menggunakan sistem secara langsung tapi tdk berinteraksi secara langsung dengan DSS. Input, parameter dan request dilakukan secara off line dan disampaikan via kode input dan proses-proses elektronik.
3. Intermediary Mode
Decision maker berinteraksi dengan DSS melalui satu atau lebih USER perantara. Jadi decision maker tidak berinteraki langsung dengan sistem.
4. Subscription Mode
Decision maker biasanya menerima report-report schedule. Report diberikan secara otomatis oleh DSS.
IV. USER DARI DSS
Orang yang berhadapan dengan masalah atau keputusan dimana DSS didesain untuk mendukungnya disebut dengan user, manajer, atau pengambil keputusan. DSS memiliki 2 klas user: manajer dan staf spesialis. Staf spesialis ini misalnya, analisis finansial, perencana produksi, periset pasar, dan sejumlah manajer lainnya.
Mengetahui siapa yang akhirnya benar-benar menggunakan DSS ini adalah penting dalam hal pendesainan suatu DSS. Secara umum, manajer mengharapkan sistem lebih user-friendly daripada yang diharapkan oleh seorang staf spesialis. Staf spesialis cenderung pada orientasi detil, dan mau menghadapi sistem yang kompleks dalam pekerjaan sehari-hari mereka, juga mereka tertarik pada kemampuan komputasi DSS. Dalam berbagai kasus staf analisis adalah perantara antara manajemen dan DSS
V. HARDWARE DARI DSS
Dalam DSS terdapat beberapa haedware yang kita ketahui yaitu:
• komputer dengan prosesor Intel Pentium 4 atau pun yang setara
• RAM minimum 512 MB atau lebih
• Monitor dengan resolusi minimum 800sx600.
Namun , DSS bukan hanya memakai Hardware , tetapi juga memekai software diantaranya adalah:
sistem operasi windows XP SP2 atau windows pista
Net Framework 3.5 atau di atasnya
Office 2003 atau office 2007
sumber:
• http://www.google.com
• http://www.wikipedia.com
Sabtu, 03 April 2010
Langganan:
Komentar (Atom)
